Kamis, 29 Maret 2012

Prinsip dan Jalan Hidup Kura-kura


     Kura-kura begitu lahir dia sudah harus berjuang untuk bisa keluar dari dalam tanah. Jika dia berhasil, dia masih harus berjuang untuk bisa pergi ke laut. Bisa tersesat atau dimangsa hewan lain. Jika berhasil kembali ke laut pun, hidupnya tidak juga mudah. Ia masih harus bisa bertahan hidup diusianya yang masih Belia. Cari makan sendiri, main sendiri, tidur sendiri, belajar sendiri, semuanya sendiri. Belum lagi ancaman hewan-hewan pemangsa. Lo harus ingat. Sejauh apa kura-kura itu pergi mengarungi laut, ia pasti ingat tempatnya dilahirkan, dan suatu saat ia pasti akan kembali. Untuk bertelur, supaya bangsa kura-kura gak punah. coba lo lihat bagaimana kura-kura jika pulang untuk bertelur.
 Ia susah payah menyeret tubuhnya yang besar di pasir. Selangkah demi selangkah. Bila ombak menerjang, ia akan tetap bertahan. Tangan-tangannya akan mencengkram pasir dengan erat, kalau perlu ia akan sembunyi dalam tempurungnya sampai ombak itu reda. Ia tak kan membiarkan ombak menyeretnya jauh dari tujuannya kembali, bertelur. Jika dia sudah merasa aman, lagi, ia akan terus menyeret tubuhnya selangkah demi selangkah. Kura-kura itu jika punya sesuatu yang berharga, maka itu akan selalu disimpannya dengan baik, tidak pernah dipamer-pamerkan atau pun dihambur-hamburkan. lo tau apa yang sangat berharga buat kura-kura? telurnya. Disimpan telur-telur itu di dalam perutnya, jika telah tiba di pantai, ia akan memilih pasir terbaik untuk tempat menyimpan telur-telur itu. Susah payah ia menggali lubang, kemudian bertelur. Setelah selesai telor, lubang itu ditutup lagi, terus ia kembali kelaut meninggalkan telur-telurnya sendiri. Apakah ia kura-kura yang jahat? Tidak, tidak seperti itu. Itulah yang diajarkan Allah pada kura-kura, dan kura-kura pun yakin kalau Allah pasti telah menentukan hal-hal terbaik buat mereka dan anak-anak mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar